23 November 2015

Profesi Boleh Bergengsi, Tetapi Risiko Tinggi


Berdialog dengan pasien

Ruang didalam poli Dr.dr.Franky Hartono, Sp.OT (K)

Dokter, profesi yang sangat dipandang dan bergengsi. Banyak orang bercita-cita untuk menjadi seorang dokter. Namun, profesi ini dituntut untuk mengabdi kepada diri sendiri, negara, dan juga masyarakat. Menjadi seorang dokter adalah pekerjaan yang mulia, tetapi memiliki risiko tinggi. Profesi ini yang masih dilakukan oleh Dr.dr.Franky Hartono, Sp.OT (K) hingga saat ini. Sudah hampir 34 tahun beliau mengabdi sebagai dokter tulang atau disebut juga dalam ilmu kedokteran, Orthopaedic di Jakarta. Saat memulai karirnya, beliau memulai praktik di Rumah Sakit Angkatan Laut Mintohardjo, Jakarta.

Pria kelahiran Jakarta 62 tahun silam, mengatakan menjadi dokter adalah hobi, bukan pekerjaan atau profesi. Menyandang sebagai dokter tulang, bukan bagian yang mudah dilalui. Sebagai spesialis tulang, bidang ini memang bergengsi, berkelas, tetapi memiliki risiko sangat tinggi. Beliau mengatakan, risiko tinggi yang ditakuti oleh banyak dokter adalah gagal dalam operasi dan pasien meninggal dunia.
Lulusan Katholieke Universiteit Leuven, Belgia, dokter Franky awalnya tidak bercita-cita menjadi dokter melainkan ingin menjadi seorang Insinyur. Tetapi, panggilan hatinya yang merubah pemikiran beliau untuk menjadi seorang dokter hingga saat ini.

Dengan kesibukannya ini, beliau selalu menyempatkan waktu untuk berlibur bersama istri dan anak semata wayangnya.




Ruth Anindya Ratih Dewi Hartono / 07120080035 (TuA)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar